IKATAN KIMIA

Ikatan Kimia

1. kecendrungan suatu unsur mencapai kestabilannya dan susunan elektron valensi atom gas mulia ( duplet dan oktet) dan struktur lewis
Unsur-unsur gas mulia merupakan unsur-unsur yang sukar bereaksi dengan unsur lain. Sifat ini dapat dimiliki oleh unsur-unsur gas mulia karena konfigurasinya yang stabil. Konfigurasi elektron gas mulia dapat anda lihat dalam tabel.
unsur-satbil

Dari tabel di atas dapat dikatakan bahwa susunan elektron yang stabil mempunyai 8 elektron pada kulit terluar (oktet) sebagaimana yang dimiliki oleh atom-atom unsur gas mulia kecuali helium (dua elektron atau duplet). Menurut Kossel dan Lewis (1916) keadaan seperti ini merupakan keadaan paling stabil yang dimiliki atom-atom unsur gas mulia (oktet). Sehingga atom dari unsur-unsur yang lain berusaha memiliki konfigurasi elektron yang stabil seperti konfigurasi elektron atom unsur gas mulia terdekat. Dalam mempelajari materi ikatan kimia ini, kita juga perlu memahami terlebih dahulu tentang lambang Lewis. Lambang Lewis adalah lambang atom disertai elektron valensinya. Elektron dalam lambang Lewis dapat dinyatakan dalam titik atau silang kecil (James E. Brady, 1990).

na

Adanya kecenderungan memiliki konfigurasi elektron stabil inilah yang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya ikatan kimia.Usaha memiliki konfigurasi elektron yang stabil dapat dicapai dengan cara:
Melepaskan elektron valensinya sehingga terbentuk ion positif yang bermuatan sejumlah elektron yang dilepaskannya.
Contoh:
Na(11) : 2e 8e 1e cenderung melepas 1 elektron sehingga menjadi Na+ : 2e 8e + 1e
Mg(12) : 2e 8e 2e cenderung melepas 2 elektron sehingga menjadi Mg2+ : 2e 8e + 2e
Al(13) : 2e 8e 3e cenderung melepas 3 elektron sehingga menjadi Al3+ : 2e 8e + 3e

Menarik elektron dari luar sehingga bermuatan negatif sebesar elektron yang ditariknya.contoh:
F(9) : 2e 7e + 1 e cenderung menangkap 1 elektron sehingga menjadi F- : 2e 8e
O(8) : 2e 6e + 2 e cenderung menangkap 2 elektron sehingga menjadi O2- : 2e 8e
N(7) : 2e 5e + 3e cenderung menangkap 3 elektron sehingga menjadi N3- : 2e 8e

Antara ion positif dan ion negatif yang terbentuk akan terjadi gaya tarik menarik (gaya elektrostatik) sehingga terbentuklah ikatan ion.

Proses terjadinya ikatan ion dan contoh senyawanya
Ikatan kimia yang terbentuk akibat gaya tarik menarik antara ion positif (kation) dengan ion negatif (anion) disebut sebagai ikatan ion. Jika atom-atom logam berdekatan atom-atom bukan logam akan terjadi perpindahan elektron valensi dari atom logam kepada atom bukan logam. Akibatnya atom logam membentuk kation sedangkan atom bukan logam membentuk anion. Antara anion dan kation yang berlawanan muatan akan saling tarik menarik dan terbentuklah ikatan ion .

Atom logam natrium yang mempunyai susunan elektron 2e 8e 1e sedangkan atom klor mempunyai susunan elektron 2e 8e 7e. Agar kedua atom di atas mempunyai susunan elektron stabil (oktet) maka logam natrium akan melepaskan sebuah elektron valensinya, sedangkan atom klor cenderung untuk menerima elektron yang dilepaskan oleh natrium tersebut. Pelepasan dan penerimaan elektron tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
Na(11) : 2e 8e 1e ā†’ Na+ : 2e 8e + 1e
Cl(18) : 2e 8e 7e + 1e ā†’ Cl- : 2e 8e 8e
Antara ion Na+ dengan ion Cl- akan tarik menarik membentuk Na+Cl- dan ditulis sebagai NaCl.
Dapat digambarkan sebagai berikut :

nacl

3. Proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal,rangkap dua dan rangkap tiga serta contoh senyawanya
Untuk memahami pengertian ikatan kovalen, coba perhatikan gambar berikut :

ikatan-ion

Iklan