SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

Sifat Koligatif adalah sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya pada konsentrasi partikelnya.

KEMOLALAN DAN FRAKSIMOL

  1. Kemolalan

Kemolalan atau molalitas menyatakan jumlah mol (n) zat terlarut dalam 1 kg (=1.000 g ) pelarut.

Molaritas

m = kemolalan larutan

a  = masa zat terlarut

b = massa pelarut (dalam Kg)

Mr =  masa molekul

Contoh soal

  1. Berapakah kemolalan larutan yang dibuat dengan mencampurkan 3 gram urea dengan 200 gram air?

Jawab :   mol urea =    = 0,05 mol

Massa pelarut = 200 gram = 0,2 kg

=     = 0,25 mol kg

  1. Berapakah kemolalan larutan glukosa yang mengandung 12 % massa glukosa ( Mr = 180)?

Jawab        Glukosa 12%   = x 100 gram = 12 gram

Air (pelarut)   = ( 100 – 12 ) = 88 gram

Mol glukosa   =   = 0,067 mol

Massa pelarut  = 88 gram = 0,088 kg

=  = 0,76 mol kg-1

  1. Fraksimol (x)

Fraksimol menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan. Jika jumlah mol zat pelarut adalah nA dan jumlah mol zat terlarut adalah nB, maka fraksimol pelarut dan zat terlarut adalah

=rumus 3                      X

Jumlah fraksimol pelarut dengan zat terlarut adalah 1

XA + XB = 1

Contoh soal :

  1. Hitunglah fraksimol urea dalam larutan urea 20% ( Mr urea = 60)

Jawab :      Dalam 100 gram larutan urea 20% terdapat 20 gram urea dan 80 gram air

Mol air = = 4,44 mol

Mol urea = = 0,33 mol

X urea = XB = = 0,069

  1. Fraksimol dalam air diketahui sebesar 0,1. Berapa % urea dalam larutan itu?

( Ar H = 1, C = 12, N = 14, O = 16)

Jawab :      Jika fraksi mol urea = 0,1, maka fraksi mol air = 0,9

Mol urea : mol air        = 0,1 : 0,9

Mol urea : massa air    = 0,1 : 0,9 = 1 : 9

Massa urea : massa air = (mol urea x Mr urea) : (mol air x Mr air)

= ( 1 x 60 ) : (9 x 18)

= 60 : 16

Penurunan Tekanan Uap Jenuh Larutan

  1. Pengertian Tekanan Uap Jenuh

Tekanan uap jenuh adalah tekanan yang timbul oleh uap jenuh. Besarnya tekanan uap bergantung pada jenis zat dan suhu. Zat yang memiliki gaya tarik menarik antar partikel besar berarti sukar menguap, mempunyai tekanan uap jenuh yang relative kecil dan sebaliknya. Tekanan uap jenuh suatu zat akan bertambah jika suhu dinaikan.

  1. Penurunan tekanan uap jenuh ( ∆P )

Selisih antara tekanan uap jenuh pelarut murni dengan tekanan uap jenuh larutan disebut Penurunan Tekanan Uap Jenuh.

∆P = Po – P

            Ket : Po = Tekanan uap jenuh pelarut murni

P   = Tekanan uap jenuh larutan

  1. Hukum Raoult

Menurut Raoult untuk larutan encer dari zat yang tak atsiri, penurunan tekanan uap jenuh larutan sama dengan hasil kali tekanan uap jenuh pelarut murni dengan fraksi mol zat terlarut sedangkan tekanan uap jenuh larutan sama dengan hasil kali tekanan uap jenuh pelarut murni dengan fraksi mol pelarut

∆P = X ter . Po ;     P = Xpel .Po

Ket :

Po   = tekanan uap jenuh pelarut

P   = tekanan uap jenuh larutan

∆P = penurunan tekanan uap jenuh

Xter = fraksi mol zat terlarut

Xpel = fraksi mol zat pelarut

Contoh soal :

Tekanan uap jenuh air pada 100oC adalah 760 mmHg. Berapa tekanan uap jenuh larutan glukosa 18 % pada 100oC ? ( Ar H = 1, C = 12, O = 16 )

Jawab :

Glukosa 18% = X 100 gram

= 18 gram

Air = 100 – 18 gram = 82 gram

Mol glukosa = 0,1 mol

Mol air         =      =     4,55 mol

P = Xpel .Po

 = X 760 mmHg

 = 743,66 mmHg

Kenaikan titik Didih dan Penurunan Titik Beku

  1. Diagram P – T

Plot tekanan uap terhadap suhu dinyatakan dalam suatu diagram yang disebut diagram P – T

diagram-p-t-larutan-berair-1472013

 

  1. Titik Didih dan Titik Beku

Titih didih suatu cairan adalah suhu pada saat tekanan uap jenuh cairan itu sama dengan tekanan luar. Titih didih normal yaitu pada tekanan 760 mmHg. Titik beku adalah suhu pada tekanan uap cairan sama dengan uap padatannya.

  1. Titik didih dan Titik beku Larutan

Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut disebut kenaikan titih didih larutan ( ∆Tb )

∆Tb = Titik didih larutan – titik didih pelarut

Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku larutan (∆Tf ).

∆Tf = Titik beku pelarut – titik beku larutan

  1. Hubungan Konsentrasi dengan ∆Tb dan ∆Tf

Untuk larutan encer, kenaikan titik didih maupun titik beku sebanding dengan kemolalan larutan.

∆Tb =   Kb x m                                             ∆Tf =   Kf x   m

Ket :   ∆Tb = kenaikan titik didih

∆Tf   = penurunan titik beku

Kb   = ketetapan kenaikan titik didih molal

Kf     = ketetapan penurunan titik beku molal

M     =   kemolalan pelarut

Tetapan kenaikan titik didih molal adalah nilai kenaikan titik didih jika konstrensi larutan ( konsentrasi partikel dalam larutan ) sebesar satu molal

∆Tb  = Kb x m, jika m = 1 maka ∆Tb = Kb

Contoh Soal :

Tentukan titik didih serta titik beku larutan yang mengandung 18 gram glukosa ( Mr = 180 ) dalam 500 gram air. Kb air = 0,52 oC/m   Kf air = 1,86 oC/m

Jawab :

∆Tb =   Kb x m                                             ∆Tf =   Kf x   m

n = 18/180 x  = 0,1 mol

Kemolalan larutan

m =  n x 1000/500  =   0,2 mol/kg

  1. Titik didih

∆Tb =   Kb x m

=   0,2 x 0,52oC

Titik didih larutan = titik didih pelarut + ∆Tb

= 100 + 0,104 oC

= 100,104 oC

  1. Titik beku

∆Tf =   Kf x   m

=   0,2 x 1,86oC

=   0,372oC

Titik beku larutan = Titik didih pelarut – ∆Tf

= 0 -0,3720C

= – 0,3720C

TEKANAN OSMOTIK

Osmosis adalah perembesan pelarut dari pelarut murni kedalam larutan atau dari larutan yang lebih encer ke larutan yang lebih pekat melalui selaput semipermeabel.

osmosis31

Osmosis dapat dicegah dengan memberi satu tekanan pada permukaan larutan. Tekanan tekanan osmotik larutan. Menurut Vant Hoft tekanan osmotik larutan-larutan encer dapat dihitung dengan rumus

v = n R T

Keterangan:           ╓ = Tekanan osmotik

V = Volum larutan (liter)

n = Jumlah mol zat terlarut

T = Suhu absolut larutan (Kelvin)

R = Tetapan gas ( 0,08205 L atm mol-1 K-1

Contoh soal:

Larutan 5 gram suatu zat dalam 500 ml larutan mempunyai tekanan osmotiksebesar 38 cmHg pada 270C. Tentukan massa Mr zat itu?

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Larutan elektrolit memberi sifat koligatif yang lebih besar daripada larutan non elektrolit yang berkonsentrasi sama. Perbandingan antara harga sifat koligatif yang terukur dari suatu larutan elektrolit dengan harga sifat koligatif yang diharapkan dari suatu larutan non elektrolit pada konsentrasi yang sama disebut faktor fant Hoff dan dinyatakan dengan lambang i

Hubungan harga I dengan persen ionisasi (derajat ionisasi) dapat diturunkan sbb :

lar elektrolit

Jumlah yang mengion = Jumlah mula-mula

Contoh soal

Satu gram MgCl2 dilarutkan dalam 500 gram air, tentukan :

  1. Titik didih
  2. Titik beku
  3. Tekanan osmotik larutan itu pada 250C jika derajat ionisasi (aktivasi) = 0,9,Kb air = 0,520cm-1 Kf air = 1,86 0Cm-1 ( Mg = 24 Cl = 35,5)

 

Jawab :

Mol MgCl2 =

Molalitas larutan =

 

= 1 + (3 – 1) 0,9

= 2,8

= 0,52 x 0,022 x 2,8

= 0,0320C

Titik didih larutan = 100 + 0,0320C = 100,0320C

  1. ∆Tf = Kf x m x i

= 1,86 x 0,022 x 2,8

= 0,1150C

Titik beku larutan = 0 – 0,01150C = – 0,01150C

= 0,022 x 0,08205 x 298 x 2,8

= 1,51 atm


 

 

 

 

 

 

 

 

Klik Disini!
Iklan